Looking for something Special in this web......

Gula pasir organik

Gula pasir organik
produk gula kesehatan alami kemasan 1 kg dan 500gr

Sabtu, 12 Maret 2011

GULA PASIR PICU PENINGKATAN KOLESTEROL

Berapa sih konsumsi gula harian kita? Menurut panduan yang dikeluarkan Asosiasi Jantung Amerika, tambahan gula yang direkomendasikan setiap hari tidak boleh lebih dari 100 kalori (setara 6 sendok teh) untuk wanita dan 150 kalori (9 sendok teh) untuk pria.
Konsumsi gula berlebih selama ini identik dengan kegemukan, diabetes dan penyakit kardiovaskular. Tetapi, riset terbaru membuktikan bahwa, terlalu banyak mengonsumsi gula ternyata memengaruhi kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh.
tumpukan kolesterol
Miriam Vos, MD dan koleganya dari Atlanta Emory University, meneliti kaitan antara tingginya asupan gula tambahan pada orang-orang Amerika dan kontribusinya pada tingginya kolesterol. Gula tambahan adalah pemanis berkalori yang biasa dipakai dalam makanan, seperti cokelat, cake, atau es krim. Selain sebagai penambah kalori dan pemberi rasa manis, tidak ada tambahan gizi lain dari gula jenis ini.
Responden dalam penelitian yang mengonsumsi gula tambahan paling banyak ternyata memiliki kadar kolesterol jahat paling tinggi dan kadar trigliserida paling tinggi. Sebaliknya dengan orang yang mengonsumsi gula paling sedikit, kadar kolesterol baiknya tinggi dan rendah trigliserida.
Miriam menemukan, selama beberapa dekade terakhir terjadi peningkatan konsumsi gula pada penduduk Amerika atau rata-rata mereka mengonsumsi 360 kalori. Menurut pakar nutrisi dari University of Vermont, AS, profesor Rachel K.Johnson, PhD, hanya segelintir orang Amerika yang mematuhi standar asupan gula per hari.
Ganti Gula Harian Anda!
Sebenarnya, gula dijumpai secara alami pada beberapa makanan, seperti kismis dan kurma. Gula dalam buah disebut dengan fruktosa. Yang dimaksud gula tambahan adalah sukrosa (gula pasir) dan pemanis buatan lainnya. Gula jenis ini sering tersembunyi di dalam makanan.
Untuk mengukur asupan gula yang kita konsumsi, Johnson menyarankan agar kita memperhatian label yang tercantum dalam kemasan makanan atau minuman.”Bila dalam label terdapat kata “sirup”, sukrosa, fruktosa dan dextrose, itu adalah pemanis tambahan,” katanya.
Cara terbaik untuk membatasi konsumsi pemanis tambahan adalah dengan mengurangi konsumsi minuman, bukan cuma softdrink tapi juga jus buah dan minuman sport yang banyak mengandung gula.
Dalam banyak penelitian menyebutkan bahwa gula merah terutama yang terbuat dari nira aren jauh lebih aman dibandingkan dengan gula pasir. Bahkan penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi gula juga berpengaruh terhadap perbaikan penyakit gula alias diabetes. Cobalah ganti gula anda dengan gula merah alami dan ikuti aturan konsumsi gula dengan benar dan disiplin .
(source : diolah dari Kompas dan berbagai sumber).

Kenapa Gula Aren Lebih Sehat dari Gula Pasir?

img

Gula pasir organik Palm suiker yang terbuat dari air nira aren merupakan gula alami yang diproses tanpa tambahan pewarna putih gula ataupun bahan kimia lainnya.  Banyak ahli kesehatan menyarankan untuk mengganti gula pasir putih dengan gula aren dalam campuran minuman atau makanan. Kenapa gula aren disebut-sebut lebih sehat dibanding dengan gula pasir?

Gula pasir atau gula putih telah menjadi bahan makanan pokok dalam berbagai makanan seperti kue, permen, biskuit atau beberapa minuman. Gula putih ini berasal dari tebu dan juga tanaman bit atau umbi-umbian. Sedangkan gula aren berasal dari nira dari pohon enau yang diproses secara alami.

Seperti dikutip dari Livestrong, Selasa (11/1/2011) kalori yang terkandung di dalam gula aren lebih kecil dibandingkan dengan gula putih. Gula aren memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah yaitu sebesar 35 sedangkan pada gula pasir indeks glikemiknya sebesar 90.

Indeks glikemik (GI) adalah skala atau angka yang diberikan pada makanan tertentu berdasarkan seberapa besar makanan tersebut meningkatkan kadar gula darahnya, skala yang digunakan adalah 0-100. Indeks glikemik disebut rendah jika berada di skala kurang dari 50, indeks glikemik sedang jika nilainya 50-70 dan indeks glikemik tinggi jika angkanya di atas 70.

Selain itu dalam proses pembuatannya, gula aren umumya lebih alami sehingga zat-zat tertentu yang terkandung di dalamnya tidak mengalami kerusakan dan tetap utuh. Serta tidak membutuhkan proses penyulingan yang berkali-kali atau menggunakan tambahan bahan untuk memurnikannya seperti yang terjadi dalam proses pembuatan gula pasir.

Para ahli mengungkapkan nilai indeks glikemik yang lebih rendah ini membuat gula aren lebih aman dikonsumsi dan tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang signifikan, sehingga bisa membahayakan tubuh terutama bagi penderita diabetes. Serta semakin gelap warna gula, maka jejak nutrisinya cenderung lebih banyak.

Selain kandungan gulanya yang lebih sedikit, gula aren juga diketahui mengandung senyawa-senyawa lain yang bermanfaat seperti thiamine, riboflavin, asam askorbat, protein dan juga vitamin C.

Pilihan pemanis alami lainnya adalah menggunakan stevia, yaitu ramuan dari Paraguay yang digunakan selama ratusan tahun dan memiliki rasa manis yang berkali-kali lipat daripada gula. Pemanis ini tidak mengandung kalori dan umumnya aman bagi kadar gula dalam darah.

Jika ingin mendapatkan tubuh yang lebih sehat, maka mulailah mengganti gula pasir dengan gula aren jika ingin mengonsumsi kopi, teh atau dicampurkan dalam makanan lain.

disarikan dr detikhealth

Konsumsi Gula Bahaya Untuk Jantung?

Jakarta - Pernah mencoba minum kopi atau the tanpa gula? Mungkin terasa sulit untuk pertama kali. Ada baiknya mulai mencobanya. Karena menurut riset terkahir, konsumsi gula berlebihan beresiko tinggi pada penyakit jantung. Bagaimana bisa?
Riset yang baru dipublikasikan oleh  Journal of American Medical Association yang diumumkan bulan April lalu menyebutkan bahwa konsumsi gula beresiko terhadap penyakit jantung.  Tentu saja riset yang dilansir oleh Eatingwell ini menjelaskan bahwa yang dimaksug gula bukanlah gula pasir atau gula putih biasa.
Tanpa Anda sadari semua produk makanan dan camilan ringan selama proses produksi selalu ditambahkan gula. Bentuknya berupa madu, molases, necktar, fructose, glucose, sirop jagung dan semua bentuk olahan gula lainnya. Karena itu sebaiknya waspadalah dengan segala bentuk tambahan gula ini.

Akhir tahun silam,American Heart Associationmenganjurkan agar wanita tidak makan lebih dari 100 kalori dari gula tambhaan atau sekitar 6 sendok teh. Sedangkan laki-laki dianjurkan tidak lebih dari 150 kalori atau 9 sendok teh per hari. Sebagai conton 1 kaleng (360 ml) minuman kola bersoda mengandung 8 sendok teh gula tambahan.

"Penemuan ini memperkuat  rekomendasi AHA untuk mengurangi konsumsi gula," demikian tutur Rachel Johnson, Ph.D., R.D., M.P.H,  Professor Nutrisi, University of Vermont, anggota  American Heart Association Nutrition Committee dan juru bicara AHA

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 6.000 orang Amerika yang makan gula tambahan lebih banyak memiliki tingkat HDL - kolesterol baik lebih rendah dan tingkat trigliserida - lemak jahat dalam darah lebih tinggi. Dua hal inilah yang memicu penyakit jantung koroner. Hal yang berlawanan terjadi pada mereka yang mengkonsumsi gula tambahan lebih sedikit.

Sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bahwa gula tidak baik untuk kesehatan jantung. Ini merupakan penelitian pertama yang meninjau lebih detil konsumsi gula tambahan dan kandungan lemak darah. Penemuan baru ini membantu riset lain pada gula tambahan dan efeknya pada kesehatan jantung.

Tahun silam AHA merekomendasikan pembatasan konsumsi gula tambahan. Alasannya, terlalu banyak konsumsi gula akan membuat pinggang melebar dan karenanya memicu resiko penyakit jantung. Siapkan Anda mengurangi konsumsi gula?

Jumat, 11 Maret 2011

PROSES PEMBUATAN GULA PASIR ORGANIK

Gula pasir Organik Palm suiker yang diproduksi oleh Sinar Kudjang, merupakan hasil olahan dari air nira pohon aren (dalam bahasa sunda dikenal dengan nama pohon kawung). Pohon aren ini disamping menghasilkan air nira yang kemudian dapat diolah menjadi gula, juga menghasilkan buah kolang kaling yang lazim di nikmati pada bulan Romadhon.
pohon aren
Gula pasir organik Palm Suiker Sinar Kudjang dihasilkan dari air nira pedalaman hutan taman nasional Gn Salak Halimun yang merupakan taman nasional terbesar di pulau Jawa. Kekayaan fauna flora di kawasan taman nasional ini juga merupakan habitat pertumbuhan pohon aren yg tersebar secara alami dan masih terjaga sampai sekarang
Sinar Kudjang dengan bekerja sama dengan ratusan petani aren yang tersebar mulai propinsi Banten, Sukabumi, Garut sampai memanjang pesisir selatan tasikmalaya dan beberapa wilayah di Sumatera, memulai merintis produk gula pasir Organik sebagai sebuah usaha berorientasi pada pengadaan gula sehat alami dan pemberdayaan para petani gula tradisional. Pemberdayaan yang dilakukan Sinar Kudjang sebenarnya sangat sederhana, yaitu kami berusaha menampung gula dari petani dengan harga di atas harga pasar yang berlaku. Dengan hubungan seperti inilah kami mendapat support dari petani berupa keterjagaan supplay serta kualitas terbaik. Hal ini menjadikan Sinar Kudjang dapat selalu menyediakan produk gula pasir organik secara kontinue dan berkualitas terbaik.
Proses pembuatan gula pasir organik secara terurut sbb :
1. Penyadapan air nira
Penyadapan air nira  biasanya dilakukan 2 kali sehari,  pagi hari dan sore hari.
2. Pemasakan air nira
Air nira yang disadap dimasak selama 5-6 jam sampai air nira mengental dan berwarna coklat keemasan atau disebut bakal gula. Pada proses pemasakan ini dilakukan penyaringan air nira dengan kain penyaring untuk
membuang kotoran (biasanya berupa serpihan dr serabut pohon aren yang terbawa ketika proses penyadapan air nira. Proses pemasakan ini akan dihentikan pada saat air nira sudah mengental, menyerupai dodol. Kemudian adonan gula di turunkan dari tungku api untuk mendinginkan adonan gula yang akan di olah untuk menjadi bentuk butiran/ gula pasir.
3. Penggerusan adonan gula
Adonan kental gula setelah diturunkan dari atas tungku api secara alami akan mengeras akibat penurunan suhu pada adonan gula. Pada saat mengeras inilah dilakukan proses pengadukan dan penggerusan dengan menggunakan alat bantu menggunakan siuk kayu dan batok kelapa. Proses ini dilakukan kurang lebih 1 jam sampai adonan gula menjadi butiran halus yang merupakan gula pasir  organik, namun masih belum seragam ukuran butiran gula pasir tersebut
proses pengadukan
alat pengaduk










4. Pengayakan
Setelah gula menjadi berbentuk butiran, maka langkah selanjutnya adalah menyaring gula dengan kawat ayakan yang terbuat dari stainless steel. Hal ini dilakukan agar butiran gula menjadi halus dan sama rata besarannya seperti gula pasir kristal putih.
5. Pengemasan

BAHAYA GULA PASIR (PUTIH)

Berikut adalah hasil penelitian DR Nancy Appleton Ph.D, seorang peneliti di bidang Pelayanan kesehatan yang mengumpulkan hasil penelitiannya mengenai bahaya dari mengkonsumsi  gula pasir / putih dalam sebuah buku best seller "Lick the Sugar Habit".
Setidaknya dia mencatat ada 140 lebih bahaya dari mengkonsumsi gula pasir / putih.
gula pasir putih

1. Gula dapat menekan kekebalan tubuh.
2. Gula mengganggu hubungan mineral dalam tubuh
3. Gula dapat menyebabkan gangguan pola laku pada anak anak.    
4. Gula apabila di konsumsi selama masa hamil dan menyusui dapat mempengaruhi  kekuatan  otot  produksi  pada bayi keturunannya.                                                       

5. Gula dalam soda, bila dikonsumsi oleh anak-anak akan menyebabkan kurangnya konsumsi susu pada anak anak 
6. Gula dapat meningkatkan respon glukosa dan insulin
7. Gula dapat meningkatkan spesies oksigen reaktif (ROS), yang dapat merusak sel-sel dan jaringan.
8. Gula dapat menyebabkan hiperaktif, kecemasan, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan mudah tersinggung pada anak.
9. Gula dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam trigliserida.
10. Gula mengurangi kemampuan tubuh untuk mempertahankan diri terhadap infeksi bakteri.
11. Gula menyebabkan penurunan elastisitas jaringan dan fungsi pembuluh darah
12. Gula mengurangi high density lipoprotein (HDL).
13. Gula dapat menyebabkan kekurangan krom.
14. Gula dapat menyebabkan kanker ovarium.
15. Gula dapat meningkatkan kadar glukosa puasa.
16. Gula menyebabkan kekurangan tembaga.
17. Gula mengganggu dengan penyerapan tubuh kalsium dan magnesium.
18. Gula dapat membuat mata lebih rentan terhadap degenerasi makula terkait usia.
19. Gula menaikkan tingkat neurotransmiter: dopamin, serotonin, dan norepinefrin.
20. Gula dapat menyebabkan hipoglikemia.
21. Gula dapat mengakibatkan saluran pencernaan asam.
22. Gula dapat menyebabkan peningkatan cepat kadar adrenalin pada anak.
23. Gula sering malabsorbed pada pasien dengan penyakit usus fungsional.
gizi buruk
24. Gula dapat menyebabkan penuaan dini.
25. Gula dapat menyebabkan kecanduan alkohol
26. Gula dapat menyebabkan kerusakan gigi.
27. Gula dapat menyebabkan obesitas.
28. Gula meningkatkan risiko penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.
29. Gula dapat menyebabkan ulkus lambung atau duodenum.
30. Gula dapat menyebabkan radang sendi.
31. Gula dapat menyebabkan gangguan belajar pada anak sekolah.
32. Gula membantu pertumbuhan tidak terkendali Candida Albicans (infeksi jamur).
33. Gula dapat menyebabkan batu empedu.
34. Gula dapat menyebabkan penyakit jantung.
35. Gula dapat menyebabkan radang usus buntu.
36. Gula dapat menyebabkan wasir.
37. Gula dapat menyebabkan varises.
38. Gula dapat menyebabkan penyakit periodontal.
39. Gula dapat menyebabkan osteoporosis.
40. Gula memberikan kontribusi terhadap keasaman air liur.
41. Gula dapat menyebabkan penurunan sensitivitas insulin.
obesitas
42. Gula dapat menurunkan jumlah Vitamin E dalam darah.
43. Gula dapat mengurangi jumlah hormon pertumbuhan dalam tubuh.
44. Gula dapat meningkatkan kolesterol.
45. Gula meningkatkan produk lanjutan akhir glikasi (AGEs), yang terbentuk ketika gula mengikat non-enzimatis terhadap protein.
46. Gula dapat mengganggu penyerapan protein.
47. Gula menyebabkan alergi makanan.
48. Gula dapat menyebabkan diabetes.
49. Gula dapat menyebabkan toksemia selama kehamilan.
50. Gula dapat menyebabkan eksim pada anak-anak.
51. Gula dapat menyebabkan penyakit jantung.
52. Gula dapat merusak struktur DNA.
53. Gula dapat mengubah struktur protein.
54. Gula dapat membuat kerut kulit dengan mengubah struktur kolagen.
55. Gula dapat menyebabkan katarak.
56. Gula dapat menyebabkan emphysema.
57. Gula dapat menyebabkan atherosclerosis.
58. Gula dapat mempromosikan ketinggian low-density lipoprotein (LDL).
wasir
59. Gula dapat merusak homeostasis fisiologis dari banyak sistem dalam tubuh.
60. Gula menurunkan kemampuan enzim untuk berfungsi.
61. Asupan gula dikaitkan dengan perkembangan penyakit Parkinson.
62. Gula dapat meningkatkan ukuran hati dengan membuat sel-sel hati membagi.
63. Gula dapat meningkatkan jumlah lemak hati.
64. Gula dapat meningkatkan ukuran ginjal dan menghasilkan perubahan patologis pada ginjal.
65. Gula dapat merusak pankreas.
66. Gula dapat meningkatkan retensi cairan tubuh.
67. Gula adalah nomor satu musuh gerakan usus.
68. Gula dapat menyebabkan miopia (rabun jauh).
69. Gula dapat membahayakan lapisan kapiler.
70. Gula dapat membuat tendon lebih rapuh.
71. Gula dapat menyebabkan sakit kepala, termasuk migrain.
72. Gula berperan dalam kanker pankreas pada wanita.
73. Gula dapat mempengaruhi nilai anak-anak di sekolah.
74. Gula dapat menyebabkan depresi.
75. Gula meningkatkan resiko kanker lambung.
76. Gula dapat menyebabkan dispepsia (gangguan pencernaan).
77. Gula dapat meningkatkan resiko berkembangnya gout.
78. Gula dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah jauh lebih tinggi dari karbohidrat kompleks dalam tes toleransi glukosa bisa.
eksim pada anak anak
79. Gula mengurangi kapasitas belajar.
80. Gula dapat menyebabkan protein darah dua - albumin dan lipoprotein - berfungsi kurang efektif, yang dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menangani lemak dan kolesterol.
81. Gula dapat berkontribusi pada penyakit Alzheimer.
82. Gula dapat menyebabkan kelengketan platelet, yang menyebabkan bekuan darah.
83. Gula dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon - beberapa hormon menjadi kurang aktif dan lain-lain menjadi terlalu aktif.
84. Gula dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.
85. Gula dapat menyebabkan radikal bebas dan stres oksidatif.
86. Gula dapat menyebabkan kanker saluran empedu.
87. Gula meningkatkan risiko remaja hamil menyampaikan-kecil untuk-kehamilan-usia (SGA) bayi.
88. Gula dapat menyebabkan penurunan besar dalam jarak kehamilan di kalangan remaja.
89. Gula memperlambat waktu perjalanan makanan melalui saluran pencernaan.
90. Gula meningkatkan konsentrasi asam empedu dalam tinja enzim dan bakteri dalam usus besar, yang dapat memodifikasi empedu untuk memproduksi senyawa penyebab kanker dan kanker usus besar.
91. Gula meningkatkan estradiol (bentuk yang paling ampuh alami estrogen) pada pria.
92. Gula menggabungkan dengan dan menghancurkan fosfatase, enzim pencernaan, yang membuat pencernaan lebih sulit.
93. Gula dapat menjadi faktor risiko untuk kanker kandung empedu.
94. Gula adalah zat adiktif.
95. Gula bisa memabukkan, mirip dengan alkohol.
96. Gula dapat memperburuk premenstrual syndrome (PMS).
97. Gula dapat menurunkan kestabilan emosi.
polio
98. Gula mempromosikan asupan makanan yang berlebihan pada orang gemuk.
99. Gula dapat memperburuk gejala anak dengan gangguan perhatian defisit (ADD).
100. Gula dapat memperlambat kemampuan kelenjar adrenal berfungsi.
101. Gula dapat menyebabkan katarak.   
102. Gula bisa memotong oksigen ke otak bila diberikan kepada orang-orang infus.
103. Gula merupakan faktor risiko untuk kanker paru-paru.
104. Gula meningkatkan resiko polio.
105. Gula dapat menyebabkan kejang epilepsi.
106. Gula dapat meningkatkan tekanan darah sistolik (tekanan saat jantung adalah kontraktor).  
107. Gula dapat menyebabkan kematian sel.
108. Gula dapat meningkatkan jumlah makanan yang Anda makan.  
109. Gula dapat menyebabkan perilaku antisosial pada anak-anak nakal.
110. Gula dapat menyebabkan kanker prostat.
111. Gula dehidrasi bayi yang baru lahir.
112. Gula dapat menyebabkan wanita melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.
113. Gula adalah terkait dengan hasil buruk skizofrenia.
114. Gula dapat meningkatkan kadar homosistein dalam aliran darah.
115. Gula meningkatkan resiko kanker payudara.
116. Gula merupakan faktor risiko kanker usus kecil.
117. Gula dapat menyebabkan kanker laring.
diabetes melitius
118. Gula menyebabkan retensi garam dan air.
119. Gula dapat menyebabkan kehilangan memori ringan.
120. Air gula, bila diberikan kepada anak-anak segera setelah lahir, menyebabkan anak-anak lebih memilih air gula ke air biasa sepanjang masa.
121. Gula menyebabkan sembelit.
122. Gula dapat menyebabkan kerusakan otak pada perempuan pra-diabetes dan diabetes.
123. Gula dapat meningkatkan risiko kanker perut.
124. Gula dapat menyebabkan sindrom metabolik.
125. Gula meningkatkan cacat tabung saraf pada embrio bila dikonsumsi oleh wanita hamil.
126. Gula dapat menyebabkan asma.
127. Gula meningkatkan kemungkinan mendapatkan sindrom mangkuk mudah tersinggung.
128. Gula dapat mempengaruhi sistem hadiah pusat.
129. Gula dapat menyebabkan kanker rektum.
130. Gula dapat menyebabkan kanker endometrium.
131. Gula dapat menyebabkan ginjal (ginjal) sel kanker.
132. Gula dapat menyebabkan tumor hati.
133. Gula dapat meningkatkan penanda peradangan dalam aliran darah orang yang kelebihan berat badan.
134. Gula berperan dalam penyebab dan kelanjutan jerawat.
135. Gula dapat merusak kehidupan seks baik pria dan wanita dengan mematikan gen yang mengontrol hormon seks.
katarak
136. Gula dapat menyebabkan kelelahan, kemurungan, kegelisahan, dan depresi.
137. Gula dapat membuat banyak nutrisi penting kurang tersedia untuk sel.
138. Gula dapat meningkatkan asam urat dalam darah.
139. Gula dapat menyebabkan konsentrasi C-peptida yang lebih tinggi.
140. Gula menyebabkan peradangan.
141. Gula dapat menyebabkan diverticulitis, sebuah kantung menggembung kecil mendorong keluar dari dinding usus besar yang meradang.
142. Gula dapat menurunkan produksi testosteron.
143. Gula mengganggu memori spasial.


Sabtu, 26 Februari 2011

Link dari situs asing tentang pemakaian tepung tulang hewan dalam gula pasir putih

Berikut beberapa link situs yang mengindikasikan di gunakannya tepung tulang hewan dalam proses pembuatan gula pasir putih.
terdapat dalam kalimat :
"These crystals are then transported to a sugar refinery where they are heated to boiling again, treated with bleach and other chemicals and then filtered through bone char, which is a powder made from cow or pigbones (tulang babi). After filtering, the syrup is then centrifuged again to produce refined white sugar. Brown sugar is created by adding molasses before putting it in the centrifuge."
 
pada kalimat :
"Over half of the cane refineries in the United States use bone char (charcoal made from animal bones) as their activated carbon source"

3. http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:zjXHlHlOJn0J:www.boutell.com/vegetarian/sugar-honey.html+pig+bones+in+sugar&cd=11&hl=en&ct=clnk&lr=lang_id|lang_en&client=firefox-a&source=www.google.com
Dalam kalimat :
"Some "plain old table sugar" is filtered through charcoal. And charcoal is sometimes derived from animal bone"

dan masih banyak lagi bila anda mau mencari dari mesin pencari google..

Bagaimana denga situs yang berasal dari negeri kita??
saya akan berikan satu link yang mudah mudahan mencukupi bagi kita semua
Situs milik MUI (www.halalmui.org)

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:kZshFkVNBuEJ:www.halalmui.org/index.php%3Foption%3Dcom_content%26view%3Darticle%26id%3D519%253Acokelat-digemari-tapi-jangan-lupa-diwaspadai%26catid%3D93%253Ahalal-article%26Itemid%3D428%26lang%3Din+tulang+babi+dalam+gula+mui&cd=1&hl=en&ct=clnk&lr=lang_id%7Clang_en&client=firefox-a&source=www.google.com
dalam kalimat :
"Gula (Pemanis)
Jenis gula yang digunakan dalam pembuatan produk cokelat adalah gula pasir. Gula pasir ini dipermasalahkan kehalalannya karena pada proses pemucatan atau pemutihan warna gula seringkali digunakan arang aktif. Arang aktif ini selain dapat berasal dari tanaman, juga bisa dari tulang hewan (tulang babi atau tulang sapi)."
 
semoga menambah informasi bagi kita tentang salah satu bahan tambahan dalam proses pembuatan gula pasir konvensional. Masih belum beralih???

Kamis, 24 Februari 2011

Aplikasi gula pasir organik

Berikut beberapa contoh produk yang memakai gula pasir organik berbahan dasar nira aren. Dari informasi yang diperolaeh bahwa penggunaan gula pasir organik berbahan dasar nira aren ini menjadikan produk menjadi lebih nikmat serta mempunyai aroma dan karakter yang luarbiasa.
1. Aneka masakan sehari hari seperti : Sayur Asem dll
    Sayuran keluarga indonesia ini jauh akan lebih nikmat bila menggunakan gula pasir organik berbahan nira
    aren ini, setidaknya ini menjadi rahasia umum resep para koki restoran-restoran papan atas negeri ini

2. Aneka kue / Cookies
    Aroma serta kelegitan cookies akan jauh lebih excelent bila memakai gula organik ini. Tidak percaya??
    silahkan coba :))
   

3. Jamu atau Herbal
    Khasiat akan semakin bertambah bila di padu gula organik Palm suiker serta menetralisir aroma dan rasa
    jamu/herbal yang kadang bagi sebagian kitamengakibatkan mual. Kini jamu atau obat herbal akan
    tersuguh lebih nikmat di lidah anda, Buktikan ya!

4. Kecap
    Semakin banyak porsi gula organik berbahan dasar nira aren ini maka akan semakin lezat kecap yang di
    hasilkan. Bahkan gula pasir organik palsuiker dapat dijadikan alternatif pengganti kecap yg sarat bahan kimia seperti pengawet dll. Anda cukup melarutkan dengan air serta menambah garam, kedelai (bisa bubuk atau sari kedelai) dan bahan bahan penyedap lainnya. Maka jadilah kecap alami yg sehat di masakan anda. Selamat mencoba...

5. Aneka minuman seperti Kopi, jahe,susu,  teh dll
    Pasti anda lebih tau tentang kenikmatan minuman baik hangat maupun dingin bila memakai gula pasir organik berbahan dasar nira aren ini. Selamat menikmati hari hari anda :))                                                                                                                        
    DLL......
SELAMAT WISATA KULINER

Selasa, 22 Februari 2011

Jawaban atas pertanyaan sekitar produk gula pasir organik

Berikut beberapa pertanyaan yang sering di tanyakan mengenai produk gula pasir organik Palm Suiker

1. Mengapa harga gula pasir organik Palm Suiker lebih mahal dari gula pasir konvensional?
Jawab :
Kalau di bandingkan gula pasir konvensional yg di proses dr jus tebu (air perasan batang tebu) ada perbedaan output hasil dr gula pasir organik dengan gula pasir konvensional. Saya akan bawa anda ke contoh yang sederhana. Utk air nira (bahan baku gula pasir organik) dan jus tebu (bahan baku gula pasir konvensional) seukuran 10lt awal, maka utk hasil gula pasir organik, output finish goodnya hanya di dapat kurang lebih 1-1.5kg gula pasir organik. Sebaliknya untuk gula pasir konvensional, dr 10lt jus tebu maka hasil yang diperoleh akan jauh lebih banyak dr gula pasir organik.
Mengapa...??
Karena dalam gula pasir organik tidak ada penambahan bahan baku lainnya. sehingga yg terjadi adalah penyusutan akibat pemasakan air nira. Sebaliknya dalam gula pasir konvensional, banyak sekali penambahan filler dr bahan baku lainnya terutama yang besifat kimiawi seperti batu kapur, serbuk gergaji, batubara, tepung tulang hewan dll. sehingga outputnya pun tidak akan mengalami penyusutan seperti dalam pengolahan alami gula pasir organik. Hal inilah menjadikan gula pasir organik Palm suiker lebih mahal di karenakan seluruh bahan bakunya murni dr air nira.
NAMUN HARGA GULA PASIR ORGANIK PALM SUIKER JAUH LEBIH MURAH di bandingkan produk gula "sejenis (???)" yang tersebar di super market - super market besar.Cek aja ya.. :))


2. Mengapa Gula pasir organik Palm Suiker kadang menggumpal?
Jawab :
Justru ini merupakan indikasi bahwa gula pasir organik ini diolah tanpa bahan kimia termasuk zat anti gumpal (anti caking agent) yang biasa digunakan dalam industri makanan atau selainnya untuk produk yang berbentuk powder / bubuk. Namun kasus gumpal yg terjadi di gula pasir organik Palm Suiker ini sebenarnya akan kembali menjadi serbuk dengan mudah hanya dengan menekan gula yang menggumpal dengan sendok, misalnya.

Jumat, 18 Februari 2011

Gula pasir adalah makanan yang paling berbahaya??

Ketika Anda mempertimbangkan bagaimana sebuah produk makanan dibuat, apa yang dilakukannya dalam tubuh dan efek kesehatan negatif yang dihasilkannya, maka gula pasir putih (rafinasi) pada setiap gramnya adalah salah satu zat yang paling berbahaya yang anda konsumsi. Sebelum melihat konsekuensi kesehatan negatif dari makan gula pasir rafinasi, mari kita melihat bagaimana proses gula pasir di buat yang mungkin akan membuaka wawasan kita mengapa gula pasir sedemikian berbahayanya bagi tubuh kita.

Pada tahun 1500-an dimulai produksi pemurnian gula tebu sehingga bisa lebih mudah diangkut ke luar negeri, terutama kembali ke Eropa. Selama bertahun-tahun, proses tersebut telah menjadi semakin kompleks dan tergantung pada bahan kimia. Berikut adalah apa yang terjadi dari mulai proses pemanenan tebu di ladang sampai menjadi gula pasir yang anda beli di toko lokal anda.
Proses awal setelah pemanenan adalah pemotongan dan penghancuran batang tebu untuk di ambil jus tebu. Cairan ini kemudian dipanaskan sampai mendidih dan di beri pelarut kimia untuk menghilangkan kotoran. Kemudian dipindahkan ke tangki besar dan dipanaskan kembali untuk menguapkan kadar air. proses ini menghasilkan sirup tebal yang ditempatkan dalam mesin centrifuge untuk proses mengubah sirup ke dalam bentuk kristal.
Kristal-kristal ini kemudian diangkut ke sebuah kilang gula di mana kemudian dipanaskan sampai mendidih lagi, dan dicampur kembali dengan bahan kimia pemutih dan bahan bahan kimia lainnya. Kemudian disaring melalui char tulang, yang merupakan bubuk yang terbuat dari tulang sapi atau babi. Setelah penyaringan, sirup ini kemudian disentrifugasi lagi untuk menghasilkan gula putih halus. Brown gula dibuat dengan menambahkan molase sebelum memasukkannya ke dalam centrifuge tersebut.
Mengingat fakta bahwa jus tebu dipanaskan sampai mendidih setidaknya tiga kali (bahkan ada yang sampai 8 kali), dan pencampuran dengan berbagai bahan kimia, disaring melalui tepung tulang sapi / babi???! Untuk kemudian dipaksa mengkristal, maka tidak mengherankan bahwa gula pasir rafinasi telah benar-benar memiliki ketahanan untuk keperluan distribusi produk antar negara.
Namun proses yang sarat dengan bahan kimia tersebut menjadikan gula pasir rafinasi  memiliki nol nilai gizi, juga tidak mengandung mineral, vitamin, serat, enzim ataupun lemak - yang artinya tidak ada nilai bagi tubuh. Sebaliknya itu racun bagi tubuh. Anda dapat hidup lebih lama pada air murni saja, dari pada air yang dicampur dengan gula.
Beberapa fakta menarik gula:

  • DR Sir Frederick Banting, penemu co insulin dan peraih Nobel Kesehatan, pada tahun 1929 mencatat bahwa di antara pemilik perkebunan gula yang mengkonsumsi gula pasir rafinasi ditemukan banyak kasus Diabetes, namun justru para petani  perkebunan tebu, yang hanya mengunyah tebu mentah, ia tidak menemukan kasus diabetes.
  • Pada tahun 1915, rata-rata konsumsi gula sekitar 7-10 Kg per orang per tahun. Saat ini rata-rata orang mengkonsumsi sekitar 70 kg
  • Pada tahun 2002, hampir 132 juta ton gula dikonsumsi di seluruh dunia.
  • Gula digunakan dalam penyamakan kulit, tinta printer dan pewarna dan finishing tekstil
  • Film botol menggunakan stuntmen dan jendela kaca piring yang terbuat dari gula
  • Produsen kimia menggunakan gula untuk  penisilin
  • Gula digunakan untuk mengeraskan aspal. Memperlambat pengerasan beton siap-campur dan untuk lem.
  • Sekitar 30% dari gula rafinasi berasal dari gula bit. Sisanya berasal dari tebu
  • Satu 12 oz. Cola mengandung 11 sendok teh gula.
  • Gula adalah salah satu bahan farmasi pertama kali digunakan yang masih bertahan sampai hari ini, untuk menutupi rasa pahit obat-obatan 
sumber  : http://www.buzzle.com/why refinated sugar is the most dangerous food you can eat